Bisnis  

Teknik Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan Anda

Teknik Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan
Teknik Psikologi Marketing

Halo sahabat.. Yuk kita bedah sekarang bagaimana caranya menerapkan strategi marketing atau penjualan di tahun ini, untuk meningkatkan income anda dengan menggunakan psikologi marketing.

Menurut saya saatnya dalam dunia marketing untuk perlu pemahaman yang lebih dalam kembali ke dasar-dasar emosikologi marketing. Ada beberapa cara yang pertama:

1. Attention spen

Atau kapasitas manusia untuk bisa mencerna informasi saat ini sangat terbatas. Attention spend manusia secara rata-rata hanya 8 detik jadi bayangkan begitu banyak informasi yang didapat setiap harinya kita hanya bisa menangkap selama 8 detik, sehingga kita harus membuat keputusan-keputusan cepat.

Keputusan-keputusan Cepat ini akhirnya memerlukan satu penegakan yang disebut sebagai heuristik. Yang dikenal di ilmu psikologi adalah shortcut atau jalan pintas yang kita ambil untuk memutuskan segala sesuatu dengan cepat inilah yang bisa dimanfaatkan oleh orang marketing untuk bisa mempengaruhi mereka.

Saya ingin memperkenalkan Konsep notch ini adalah dorongan-dorongan kecil yang kita buat sebagai orang marketing untuk mempengaruhi pelanggan-pelanggan kita. Memutuskan secara cepat dan sesuai dengan harapan kita ada. Dua contoh yang bisa saya sharing sebagai gambaran apa misalnya Apakah anda pernah melihat di toilet pria ada gambar lalat di your nawar ini adalah contoh bagaimana kita mencoba mempengaruhi pria ketika buang air kecil mengarahkan ke arah lalat tersebut sehingga tidak berantakan. Ini adalah contoh enviros atau clue yang kita berikan di invidermen supaya orang bisa melakukan keputusan yang tepat dan melakukan aktivitas yang kita inginkan.

Contoh lain adalah selama pandemi anda sering melihat ada garis-garis atau marka-marka yang biasa ditempel di jalur antrian Ini membuat orang berdiri persis di depan garis tersebut sehingga menciptakan physical distancing atau jarak aman dengan orang di depan dan belakang mereka. Dua contoh ini adalah contoh notch.

Saya ingin mendalami dengan sharing 5 teknik psikologi yang bentuknya notch yang bisa digunakan secara taktis dan sederhana dalam bisnis Anda. Yang pertama adalah yang sering disebut sebagai;

2. Social proof

Orang biasanya cenderung untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh orang banyak. Bisa dilihat dari contoh yang sederhana dimana orang ketika ada dua restoran yang pertama banyak antriannya yang kedua sepi tentunya banyak orang yang memilih yang banyak. Antriannya Meskipun mereka harus menunggu lama untuk ngantri mereka tidak akan mungkin memilih yang sepi landasan berpikirnya adalah tidak mungkin orang banyak ini keliru memilih restoran. Sehingga saya akan percaya kepada pilihan orang banyak.

Ini adalah contoh social proof contoh lain memanfaatkan sosial proof adalah Misalnya go-jek yang di dalam websitenya menampilkan mereka sudah punya 190 juta jumlah yang mendauload aplikasi mereka 2 juta Mitra driver yang sudah bergabung 900.000 Mitra go-food dan bahkan 2000-an kali lebih lipat kenaikan pengunduhan. Aplikasi go-jek ini adalah contoh bagaimana mereka ingin menampilkan kepada banyak orang bogok ini sudah populer digunakan oleh banyak orang.

Contoh lain ada SRT anda sering melihat mungkin banner merah dengan tulisan SRT terpampang di depan warung-warung ini adalah inisiatif dari src untuk memodernisasi warung-warung yang tempatnya tradisional. Dan Kalau Anda lihat src banner di mana-mana anda akan percaya bahwa sebetulnya aktivitas atau program ini sangat sukses. Sehingga warung-warung yang lain yang mungkin saat ini sedang mikir-mikir apakah mau bergabung atau tidak di src akan cenderung memilih untuk bergabung karena mereka melihat sudah banyak warung lain yang juga terlibat dalam program ini.

Atau misalnya kalau kita melihat sebuah review dari sebuah restoran atau Cafe misalnya pisang goreng Bu Nani kita melihat bahwa ada review yang sangat tinggi dengan jumlah orang ribuan yang sudah mereview. Kita akan berpikir bahwa apabila ratingnya setinggi ini dengan banyaknya orang yang memilih rating tersebut sudah pasti tempat ini menghasilkan. Makanan yang enak ini adalah contoh social proof.

3. Lost office

Teknik kedua adalah Lost office orang cenderung untuk lebih takut kehilangan sesuatu daripada Keinginan mereka untuk mendapatkan sesuatu. PIN lebih penting daripada gain mereka lebih takut kehilangan daripada mendapatkan sesuatu yang lebih.

Contoh paling sederhana dari Lost Evolution adalah flash sale, orang ketakutan untuk kehilangan momentum mendapatkan diskon yang besar-besaran sehingga buru-buru untuk segera bertransaksi. Contoh lain adalah iklan asuransi yang cenderung menampilkan resiko-resiko yang bisa anda alami apabila anda tidak memiliki asuransi ini akan membuat anda jadi lebih takut untuk kehilangan orang-orang yang anda kasihi dan beserta resiko-resiko yang terjadi setelah itu.

Atau misalnya di properti, ada istilah yang sangat terkenal Senin harga naik sehingga orang buru-buru untuk segera melakukan booking di hari tersebut untuk mendapatkan harga khusus atau dua. Contoh lain seperti tes drive dan juga free trial atau free sampling yang biasa digunakan untuk pelanggan ketika sudah merasakan mobilnya melalui test drive atau sudah mencoba makanannya melalui free sampling. Mereka cenderung untuk enggan melepas kembali apa yang mereka sudah dapatkan. Mereka takut kehilangan pengalaman itu, sehingga kecenderungannya lebih tinggi untuk mobil kecenderungannya lebih tinggi untuk membeli produk makanan itu kembali.

4. Engkring

Teknik yang ketiga adalah teknik yang disebut sebagai engkring, orang cenderung untuk menilai sesuatu berdasarkan sebuah reference point atau titik referensi. Jadi misalnya kita membuat sebuah sel biasanya ada harga misalnya 500.000 kemudian kita coret dan kita tulis 100.000. Sehingga ada kecenderungan orang untuk melihat bahwa ini diskonnya sangat dalam dari 500.000 yang seharusnya saya bayarkan.saya cuma perlu membayarkan kira-kira 1/5 nya saja, inilah reference Point yang membuat orang melihat value dari diskon ini jauh lebih tinggi ini disebut sebagai engkering.

Contoh lain adalah ketika kita bernegosiasi ketika seorang penjual ingin menjual kepada anda dan kita bisa tawar-menawar dengan penjual tersebut. Biasanya mereka pasang harga tinggi duluan ini yang disebut sebagai angker atau jangkar. Sehingga kita ketika menawar pun akan sungkan untuk menawan jauh lebih rendah daripada harga jangkar tersebut. Inilah yang disebut sebagai reference point atau Anker, atau contohnya adalah bentuk-bentuk Cup dari Starbucks.

Kita tahu ada berbagai macam ukuran 3 yang paling terkenal adalah tol Grande dan Fenty tapi juga ada di bawahnya tol ada yang namanya short dan kalau kita lihat sebenarnya ini menciptakan sebuah engkring. Kita diharapkan melihat bahwa Oh saya cuma perlu menambah sekitar 4000 rupiah, 5.000 atau 6.000 untuk top up ke size yang lebih besar. Sehingga lebih banyak orang akhirnya memilih untuk menggunakan Cup yang lebih besar dan menciptakan revenue yang lebih tinggi untuk Starbucks.

Contoh lain adalah Misalnya Ketika anda membuat sebuah program diskon, dan anda membuat batasan-batasan tertentu Misalnya Anda bilang setiap pelanggan hanya bisa membeli maksimal 12 produk nggak boleh lebih. Maka kecenderungannya orang akan memilih lebih banyak produk yang mereka beli. Mungkin mereka tadinya hanya ingin membeli 3 cup saja atau tiga kaleng saja. Tapi ketika lihat dibatasi sampai 12 mungkin saja, mereka membeli sampai 12 cap Dan inilah yang disebut sebagai engkering kita memberikan refe point harusnya anda beli berapa banyak sih ketika Anda membeli produk ini teknik yang keempat adalah teknik framing satu produk yang sama bisa dikomunikasikan dengan dua gaya yang berbeda. Menciptakan satu influence yang berbeda orang biasanya terpengaruh Bagaimana caranya kita mempresent sebuah produk atau informasi misalnya cendol saja kalau anda taruh cendol itu di dalam gelas plastik Anda kasih sedotan plastik yang murah maka akan terkenal bahwa cendol ini adalah cendol yang sangat terfordable.

Tetapi Ketika anda taruh di gelas yang sangat Fancy, Anda berikan toping Anda berikan berbagai dekorasi maka akan terkesan bahwa ini adalah Fancy cendol dan anda akan bisa mencas harga mungkin 2 kali lipat, Tiga kali lipat sampai 5 kali lipat. Bagaimana cara kita memprisan atau Bagaimana kita cara menyajikan sebuah produk yang sebetulnya sama itu akan menciptakan frame yang berbeda inilah teknik yang disebut sebagai framing contoh lain adalah contoh mesin portable USG yang biasa digunakan untuk melakukan USG di China.i

Mesin ini ketika dijual di China itu biasanya dijual sebagai mesin USG yang sangat murah, sehingga bisa digunakan oleh rumah sakit rumah sakit kecil atau klinik-klinik kecil. Tetapi, ketika dijual di Eropa dan di Amerika mesin yang sama ini di frame secara berbeda dibilang sebagai mesin yang portable bukan portable. Tapi portable sehingga penggunaannya bukan lagi di rumah sakit atau klinik tapi penggunaannya di ambulance. Inilah yang disebut sebagai teknik framing.

Contoh lain adalah sebuah produk makanan misalnya kita tulis sebagai locallery, maka yang biasanya tertarik untuk menggunakan atau memanfaatkan produk ini adalah orang-orang yang sedang diet yang sedang ingin mengurangi kalori intake mereka. Tetapi apabila kita tulis di kemasan protein bar makanya akan tertarik membeli produk ini adalah orang yang sedang ingin memperbesar massa otot mereka. Jadi bayangkan produk yang sama yang mungkin locallery dan juga Hype protein bisa dikomunikasikan secara berbeda, menciptakan frame yang berbeda dan menarik dua segmen yang berbeda.

Contoh lain adalah sebuah produk yogurt yang misalnya satu ditulis 99% feet free, sedangkan yang satu lagi one reason feat. Sebenarnya produknya sama karena cuma bilang bahwa yang satu 99% feat free. Tetapi kalau ketika Anda lihat hasil penjualannya lebih banyak yang memilih yogurt yang 99% Fateh free karena secara framing jauh lebih menguntungkan. Anda lebih suka sesuatu yang lebih fade free ketimbang yang ada fate-nya meskipun cuma satu persen.

5. Komitmen

Teknik terakhir yang kelima adalah komitmen orang biasanya lebih ingin melakukan action ketika mereka sudah terlanjur komit sebelumnya. Contoh yang paling umum adalah loyalty card. Apabila anda sudah memiliki loyalty card sebuah supermarket atau retailer yang lain Anda cenderung akan lebih sering ke sana.

Apabila anda punya loyalty card di sebuah Cafe maka anda akan cenderung lebih banyak membeli kopi di cafe tersebut. Karena biasanya sudah ada komitmen anda sudah ingin mengumpulkan poin, sehingga Anda akan terus-menerus datang ke tempat tersebut. Contoh lain adalah Gym membership, karena gym membership biasanya sangat mahal. Maka anda cenderung akan lebih rajin untuk datang meskipun hanya dalam beberapa bulan pertama Anda rajin.

Tetapi Ketika anda sudah punya membership Anda akan merasa rugi Apabila saya tidak datang. Komitmen itulah yang membuat Anda akhirnya semakin rajin untuk datang ke gym. Contoh lain adalah subscription, apabila anda sudah subscribe netflix maka kecenderungannya anda akan lebih sering nonton supaya tidak rugi Ketika anda sudah langganan dan membayar setiap bulan.

Contoh lain adalah arisan, apabila ibu-ibu sudah komit untuk datang setiap bulan ke dalam satu forum yang bersama berkumpul dan kemudian melakukan arisan biasanya mereka lebih komit untuk melakukan banyak hal sehingga kalau kita lihat banyak sekali ibu-ibu yang berjualan di arisan berjualan makanan buatan mereka berjualan produk-produk seperti Tupperware dan lain-lain. Karena komitmen di dalam gathering arisan itu sudah tinggi, mereka sudah rutin berkumpul dan biasanya memang sudah komit untuk keluar spending tertentu untuk membeli satu produk tertentu.

Demikian teknik psikologi marketing semoga bermanfaat sampai jumpa di artikel berikutnya. Apabila anda suka dari tulisan saya tolong share konten bermanfaat seputar bisnis marketing penjualan ini, dan Apabila ada pertanyaan yang ingin saya bahas di analisis silahkan tanyakan di kolom komentar. Terimakasih !